Senin, 07 Maret 2016

Jajanan Khas Padang

Inilah 11 jenis kue tradisional khas Sumatera Barat yang cocok untuk Oleh-oleh :

1. Kue Basung

Kue Basung
Kue Basung (Gambar Istimewa)
Kue yang satu ini merupakan kue tradisional yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula merah, garam dan air. Dilihat dari bahannya saja sudah sangat mudah ditemui, begitu juga dengan cara membuatnya. Cara membuatnya cukup larutkan gula merah sampai mencair, lalu disaring agar kotoran yang ada tidak ikut masuk ke adonan. Kemudian campurkan tepung beras serta sedikit garam. Sedangkan untuk cetakkannya terbuat dari dari daun pisang yang dibentuk sedimikian rupa sehingga berbentuk kerucut. Lalu masukkan adonan yang telah bercampur tadi ke dalam cetakkan tersebut, yang nantinya dikukus hingga matang. Bagaimana, mudah kan cara pembuatannya :)

2. Karak Kaliang

Karak Kaliang
Karak Kaliang (Gamabr Istimewa)
Oleh-oleh yang satu ini jangan sampai anda lewatkan. Jika anda berkunjung ke Bukittinggi, anda dapat dengan mudah menemukannya. Karak Kaliang adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung ubi. Tepung ubi didapat dari olahan Ubi Singkong yang kemudian dipilih dan diparut. Kemudian tepung ubi dicampur dengan bumbu seperti kunyit, bawang putih, merica, garam dan bumbu pelengkap lainnya. Adonan Karak Kaliang dicetak menyerupai angka delapan ( 8 )

3. Kacang Tojin

Kacang Tojin
Kacang Tojin (Gambar Istimewa)
Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini. Cemilan yang wajib ada disetiap lebaran Idul Fitri ini tergolong sangat mudah mengolahnya. Kacang Tojin. Rasanya yang gurih serta renyah dikarenakan kacang yang digoreng dicampur dengan bawang goreng serta tidak lupa sedikit irisan daun saledri yang juga telah digoreng sebelumnya.

4. Arai Pinang

Arai Pinang
Arai Pinang (Gambar Istimewa)
Satu lagi kue yang khas dan selalu ada disetiap lebaran adalah Arai Pinang. Setiap yang berkunjung ke Kota Bukittinggi pasti tidak lupa membeli kue ini sebagai oleh-oleh. Rasanya yang gurih, renyah, serta beraroma minyak kelapa, membuat orang yang mencicipinya menjadi ketagihan. Bahan dasar pembuatnya pun sangat sederhana, yaitu tepung beras, garam, serta kapur sirih. Begitu juga dengan proses pembuatannya, sangat mudah sekali. Tepung beras disangrai dan ditaburi sedikit garam serta tidak lupa kapur sirih agar terasa lebih renyah. Setelah adonan selesai dibuat, kemudian adonan dibentuk menjadi bulat. Sedangkan untuk mencetaknya agar pipih bisa menggunakan garpu. Jangan lupa, sesaat setelah di cetak, olesi dengan minyak kelapa yang membuat kue wangi, gurih serta renyah.

5. Wajik

Wajik
Wajik (Gambar Istimewa)
Selain kue khas Sumatera Barat, Wajik juga terdapat diberbagai daerah di Indonesia. Bahan dasar utamanya adalah beras ketan, sedangkan bahan pendukunya beragam, membuat namanya pun juga berbeda. Istilah wajik lebih dikenal di daerah Jawa Tengah, sedangkan di Sumatera Barat sendiri dikenal dengan Puluik Manih atau Pulut Manis. Seperti di Blitar misalnya, dikenal dengan Wajik Kletik. Wajik Kletik memiliki bungkus yang unik yaitu dari kulit jagung.

6. Kue Sapik

Kue Sapik
Kue Sapik (Gambar Istimewa)
Kue yang satu ini mirip dengan Kue Semprong tetapi memiliki bentuk yang berbeda. Bedanya, Kue Sapik dilipat, sedangkan Kue Semprong di gulung. Karena pada saat diangkat dari cetakan pemanggangan yang dijepit kemudian dilipat. Kue Sapik berbahan dasar tepung beras, gula pasir, santan dan telur, serta tidak ketinggalan bubuk kayu manis. Cara membuatnya pun sangat sederhana. Setelah semua adonan tercampur rata, kemudian adonan dicetak dengan cara menuangkannya ke dalam cetakan pemangang. Apabila adonan telah berubah menjadi warna kuning keemasan, maka adonan yang telah menjadi kue tersebut pun siap untuk diangkat. Ketika masih dalam keadaan panas itulah kue ini dilipat dan dijepit. Itulah sebabnya kue ini dinamakan Kue Sapik. Selain itu, Kue Sapik juga ada berbahan Beras Sipulut Hitam. Sehingga warna kue pun menjadi coklat kehitam-hitaman.

7. Sala Lauak

Sala Lauak
Sala Lauak (Gambar Istimewa)
Makanan yang berbentuk bulat seperti bakso ini tetapi tidak diberi kuah, melainkan digoreng sampai kering, membuatnya cocok untuk jadi bahan cemilan. Sala Lauak, jika diartikan kedalam bahasa Indonesia menjadi Sala Ikan. Sala Lauak berasal dari Pariaman, sangat mudah didapat, terutama dipasar atau tempat rekreasi. Biasanya makanan yang berbahan dasar tepung beras ini disajikan ditempat menjual Lontong Sayur, soalnya sangat cocok sekali disantap. Kuah lontong yang gurih bercampur dengan kriuh kulit Sala Lauak yang sedikit asin menjadikan lontong sayur terasa nikmat disantap.

8. Pinyaram

Pinyaram
Pinyaram (Gambar Istimewa)
Mirip dengan kue Cucur khas Betawi, tetapi di Sumatera Barat dinamakan Pinyaram. Jika berkunjung ke Tiakar, Kayu Tanam, Payakumbuh serta daerah yang jaraknya berdekatan antara Padang dan Bukittinggi, maka kita dapat dengan mudah menemukannya. Berbahan dasar tepung beras ketan dicampur dengan gula aren atau gula pasir, kemudian digoreng menggunakan kuali yang sekaligus digunakan sebagai cetakannya. Terdapat dua jenis pinyaram, yaitu pinyaram berwarna hitam dan pinyaram berwarna putih. Soal rasa, sama saja, sama sama manis. Karena pinyaram hitam terbuat dari gula aren, sedangkan pinyaram putih terbuat dari gula pasir. Pinyaram biasanya disajikan dalam acara khusus, seperti lebaran maupun pernikahan. Tetapi jika ingin menjadikan pinyaram sebagai oleh-oleh, biasanya penjual sudah mengemasnya dalam bungkus plastik bening. 1 bungkus terdapat 10 sampai 15 buah pinyaram.

9. Karupuak Jangek

Karupuak Jangek
Karupuak Jangek {Gambar Istimewa)
Kerupuk Kulit, begitulah sebutannya jika diartikan ke Bahasa Indonesia. Kerupuk khas Sumatera Barat ini sangat banyak dijual di Pasar Atas Bukittinggi. Selain penggemarnya yang banyak, kerupuk jangek juga melewati serangkaian tahap pengolahan yang banyak pula. Kerupuk yang berbahan dasar kulit sapi atau kulit kerbau ini harus melewati beberapa proses pengolahan, mulai dari perebusan kulit yang kemudian dipanaskan diatas api dengan tujuan agar bulunya hilang, sampai dengan penjemuran dibawah terik matahari selama kurang lebih 2 sampai 3 hari. Jadilah kerupuk jangek yang siap digoreng. Kerupuk Jangek enak disantap bersamaan dengan Sate atau Lontong Sayur. Khasiat kerupuk jangek adalah dapat menyembuhkan penderita maag, karena sangat bagus untuk pencernaan. Sebagai oleh-oleh, kerupuk jangek dapat dibeli dalam kondisi masih mentah atau telah diolah seperti kerupuk jangek rasa balado dan kerupuk jangek rasa keju.

10. Karupuak Sanjai

Karupuak Sanjai, buah tangan gurih khas Bukittinggi
Karupuak Sanjai (Gambar Istimewa)
Ini dia jagonya oleh-oleh khas kota Bukittinggi. Karupuk Sanjai. Makanan yang satu ini wajib dijadikan oleh-oleh. Karupuak Sanjai berbahan dasar ubi kayu yang diiris panjang, yang kemudian digoreng dalam minyak panas, kemudian dilumuri saus cabe yang pasti membuat anda keringatan. Nama Sanjai sendiri berasal dari nama suatu daerah yang terletak di Desa Manggih yang ada di Kota Bukittinggi. Hampir seluruh penduduk setempat mengantungkan hidupnya dari mengolah kerupuk sanjai ini. Bentuknya pun beragam, ada yang berbentuk stik. Kerupuk Sanjai yang berbentuk stik ini memiliki tekstur panjang, minimal sepanjang telunjuk orang dewasa. Kemudian ada juga keripik sanjai yang berbentuk dadu, biasa dikenal dengan Dakak-dakak.

11. Galamai

Galamai
Galamai (Gambar Istimewa)
Galamai adalah kue tradisional khas Sumetara Barat yang terbuat dari bahan tepung beras ketan yang dicampur dengan gula merah dan santan. Jika di Sumatera Barat dikenal dengan sebutan Galamai, didaerah lain, khususnya di Jawa, makanan ini biasa disebut Dodol. Teksturnya yang kenyal dan mengkilat serta terasa lembut dilidah membuat kue ini sangat digemari, terlebih anak-anak. Galamai selalu menjadi kue wajib disetiap acara pernikahan yang ada di Sumatera Barat.

12. Keripik Pisang Coklat khas Bukittinggi, d’Pico Mak Angah

Kripik Pisang Coklat khas Bukittinggi
Kripik Pisang Coklat khas Bukittinggi, d’Pico Mak Angah
Kok ada yang ke 12, kan cuma 11 ?
Kalau yang satu ini beda. Nomor 1 sampai 11 merupakan kue tradisional khas Sumatera Barat. Tapi yang satu ini adalah keripik pisang coklat khas Bukittinggi, d’Pico Mak Angah. Walau setiap kali mendengar kata keripik pisang coklat yang teringat adalah keripik pisang coklat khas Lampung, tapi kripik pisang yang satu ini beda.
Berbahan dasar Pisang Tinalun asal Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yang dipotong tipis lalu digoreng. Kemudian diaduk dengan coklat bubuk yang telah direndang. Tambahan gula dan garam membuatnya semakin gurih.

Jajanan Khas Medan




aneka kue jajanan pasar
ANEKA KUE TRADISIONAL INDONESIA


Kue yang terbuat dari beras ketan dibungkus dengan daun pisang disajikan dengan siraman saus gula jawa yang istimewa dan ditaburi parutan kelapa. Sensasi rasa tradisionalnya terasa banget saat kita nikmati. Cara buat kue lupis tradisional ini juga relatif mudah.

2. Kue Cenil
Kue cenil merupakan kue jajanan pasar yang bertekstur kenyal dengan taburan parutan kelapa dan gula pasir. Kue ini mudah kita temukan di pasar pasar tradisional, kadang juga dijajakan secara keliling bersama kue lupis.
Kue bikang ambon merupakan kue basah tradisional khas kota medan. Rasa kue bikang ambon manis dan empuk sehingga banyak disukai dan sering dijadikan oleh oleh. cara membuat kue tradisional medan ini tidak sulit tapi memang butuh sedikit kesabaran.
Kue basah tradisional yang satu ini terdiri dari kulit dadar beraroma pandan yang dipadukan dengan isi parutan kelapa gula merah. Termasuk jenis kue jajanan pasar yang rasanya manis, empuk dan sedikit legit.
Tentu semua tahu Kue cucur tradsional yang satu ini. Jika anda pecinta kue nusantara anda harus coba kue ini. Kue cucur dibuat dengan cara digoreng sehingga memiliki kandungan minyak yang cukup banyak Namun rasanya tetap manis dan enak.

Kue yang enak manis dan gurih ini biasanya dibuat saat ada acara hajatan atau lebaran. Rasa kue kembang goyang bisa membuat lidah kita bergoyang. Selain manis ada juga kue kembang goyang yang rasanya pedas yang enak dijadikan cemilan.
Kue pancong merupakan kue tradisional yang terbuat dari tepung beras dan santan. Kemudian dipanggang di cetakan khusus dan disajikan dengan taburan gula menciptakan rasa yang gurih dan manis. Di jawa tengah kue ini dikenal juga dengan nama kue rangin.

8. Aneka Kue mangkok
Kalo di luar kita mengenal cupcake, namun di indonesia kue mangkok sudah ada sejak dahulu. Rasanya juga tak kalah enak dari kue kue moderen. Kue mangkok tradisional yang terkenal diantaranya : kue mangkuk ubi, kue mankok singkong dan kue lumpang.
9. Aneka Kue talam
Selain kue mangkok indonesia juga memiliki kue talam yang manis dan legit. Aneka kue talam tradisional yang terkenal diantaranya kue talam ubi, kue talam jagung, kue talam ebi dan  masih banyak lagi.

Kue lumpur termasuk jenis kue basah tradisional dengan tektur lembut dan lembek sehingga dinamai kue lumpur. Cita rasa manis dan gurih bisa langsung kita rasakan saat gigitan pertama kue ini. Anda harus coba mencicipi kue ini.

Combro artinya "Oncom di Jero" kue tradisional jawa barat ini Rasanya gurih renyah dan garing dengan isi oncom di dalamnya. Selain isi oncom ada juga kue combro yang berisi gula jawa dikenal dengan nama kue misro.

12. Resep Lumpia Goreng Semarang
Lumpia goreng merupakan salah satu kue tradisional indonesia yang dipengaruhi oleh budaya tionghoa sehingga tercipta kue lumpia yang nikmat sesuai lidah orang indonesia. Kue Lumpia ini menjadi salah satu kue khas kota semarang.

Kue tradisional tidak selalu kue basah seperti kue lidah kucing yang satu ini. Kue lidah kucing ini merupakan kue kering tradisional yang mudah kita jumpai disaat lebaran. Selain kue lidah kucing ada juga kue kering tradisional indonesia seperti kue gambang, kue bidaran, kue sagu, kue bangkit dan masih banyak lagi.

Dari namanya sudah tahu kalau kue ini berasal dari bugis makasar. Rasa manis dan legit langsung terasa ketika menggigit kue ini. Anda harus mencoba kue ini jika anda benar benar cinta indonesia.

15. Kue Bolu Kemojo
Kue bolu memiliki rasa yang manis dan legit istimewa berbeda dari kue bolu lainnya. Bolu kemojo merupakan kue khas pekan baru. Cocok dijadikan buah tangan jika anda berkunjung ke kota pekan baru.

Selain dari 15 kue tradisional di atas tentunya masih banyak aneka kue tradisional indonesia yang lain seperti kue klepon, kue manis cantik, kue gemblong, kue wajik, kue pai susu dan sebagainya. Tadinya mau saya posting sekalian semua resep kue tradisional nya tapi jadi panjang banget. Semoga kue tradisional indonesia tetap lestari sampai nanti ke anak cucu kita. Selamat memasak kue, semoga bermanfaat.

Jajanan Khas Aceh

1. Mie Aceh
Mie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Sebagai variasi bisa meggunakan kepiting, daging atau seafood. Variasi inilah yang nanti menentukan nama mienya.
2. Sate Matang
Sate matang sudah bergema di setiap kota seluruh Aceh, medan bahkan Jakarta. Di mana ada masyarakat Aceh bermukim di kota-kota besar di Indonesia. Pasti ada gerobak yang bertulis sate “sate matang” . Dinamakan sate matang karena asalnya dari daerah Matang, Bireuen. Yang bikin special sate ini karena makanya dengan kuah soto. Di Banda Aceh, banyak warung yang menyediakan makanan ini, salah satunya adalah di Rex Peunanyong.
3. Kuah Pliek U
Kuah Pliek 'U adalah makan aceh yang sangat populer dengan campuran berbagai rasa dan kaya akan vitamin serta zat-zat yang bisa meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh. 
Selain itu juga Kuah Pliek 'U juga merupakan makanan yang melambangkan kekerabatan dan keanekaragaman dalam masyarakat Aceh yang dapat disatukan dalam satu kuali, sehingga mengasilkan rasa yang unik dan digemari oleh seluruh masyarakat di luruh dunia. kuah Pliek 'U juga merupakan media memperkenalkan hasil alam Aceh yang begitu kaya akan jenis sayurnya sehingga dengan menyantap kuah Piek 'U berarti kita telah menyantap seluruh sayuran yang ada di Aceh. Masakan ini wajib dimakan, karena pergi ke Aceh tanpa makan Kuah Pliek 'U, sama seperti belum pergi ke Aceh. Masakan ini sangat mudah didapatkan, 90% rumah makan di Aceh pasti menyediakan Kuah Pliek 'U.
4. Gulai Kambing
Gulai kambing Aceh mempunyai rasa yang khas, karena memakai bumbu khas Aceh. dimasak dengan menggunakan kuali besi yang besar dan terus di panaskan. Artinya kapanpun anda pesan gulai kambing selalu dihidangkan dalam keadaan panas, daging kambing nya pun empuk dan tidak bau. Anda juga akan di hidangkan daging rebus cincang yang di campur dengan bawang dan cabe rawit tumbuk serta jeruk nipis sebagai pelengkap gulai kambing. Kalo berkunjung ke Banda Aceh jangan lupa untuk mencicipi hidangan yang satu ini.
5. Kuah Masam Keu-eung


Masakan Asam Pedas adalah masakan yang ada hampir diseluruh Indonesia, bahkan Asia Tenggara dengan nama bermacam-macam. Di Aceh Masakan ini bernama Asam Keueung atau Masam Keueung yang arti secara harfiah adalah Masam Pedas.
6, Kuah Sie Itek
Masakan Itik atau Bebek sangat banyak ragam dan macamnya di Nusantara. Tapi yang ini jelas beda karena masakan bebek ini punya resep sendiri dari Aceh. Gule itek dari Aceh yang paling terkenal dating dari Bireun di daerah ini bumbunya sangat terasa. Penasaran? Anda bisa langsung mencobanya di restoran-restoran khas Aceh yang ada di sekitar tempat tinggal anda
7. Ayam Tangkap
Ayam tangkap merupakan makanan khas Aceh Besar, terbuat dari ayam yang di goreng dengan cabe hijau dan daun Teumuru atau Salam Koja atau Daun Kari (orang Aceh menyebutnya Teumuru sementara 2 nama lainnya saya dapat dari. Rasanya memang seperti ayam goreng biasa ditambahi aroma daun teumuru dan cabai hijau sehingga mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ayamnya dipotong kecil-kecil sehingga tersembunyi dibalik tumpukan daun teumuru dan cabai hijau goreng serta taburan bawang goreng di atasnya, mungkin karena tersembunyi itulah maka dinamakan ayam tangkap
.
8. Rujak Aceh
Anda tentu tak asing lagi dengan rujak. Kudapan sehat itu terbuat dari aneka buah segar yang dicocol dengan sambal gula merah yang menggoda. Namun, pernahkah Anda mencoba rujak Aceh? Berbeda dengan rujak yang biasa kita makan, rujak Aceh ini memiliki ciri khas tersendiri yang membuat rasanya berbeda dan rujak pada umumnya.
Yang membuat rujak Aceh berbeda adalah buah yang dipakai. Rujak Aceh menggunakan buah rumbia khas Aceh. Buah yang daunnya digunakan untuk membuat atap rumah ini diserut bersama buah-buahan lainnya.
Rujak Aceh sudah menjadi makanan tradisional di daerah ini sejak lama. Makanan ini nikmat dimakan dalam keadaan dingin atau dicampur dengan es serut dengan siraman saus rujak dan dinikmati di siang hari yang terik.
9. Martabak Aceh
Martabak ini adalah martabak khas Aceh yang berbeda dari martabak yang biasa kita kenal. Bagaimana dengan cita rasa makanannya? Martabaknya tentu berbeda dengan martabak yang biasa kita temui.
Dengan bahan dasar roti Cane, Sedangkan martabaknya sepintas mirip dengan telor dadar biasa, tapi ketika digigit baru terasa perbedaannya. Martabak ini menggunakan roti cane sebagai "kulitnya", dan dengan rasa yang gurih dan sedikit pedas, martabak aceh ini enak untuk disantap sebagai cemilan dan Sangat dianjurkan dinikmati dengan Coffee.
10. Ungkot Kemamah
Ungkot Kemamah merupakan masakan khas Aceh lainnya dengan cita rasanya yang sangat menantang. Persis seperti bentuknya, ikan kemamah terbuat dari ikan tuna yang telah direbus dan dikeringkan yang kemudian diiris-iris. Ikan kemamah dapat dimasak dengan menggunakan berbagai bahan masakan, seperti santan kelapa, kentang, cabai hijau dan bahan rempahan lainnya. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan belantara, jenis masakan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak.
11. Kue Adee
Kue tradisional sejenis bingkang manis ini, hanya bisa ditemui di Aceh, khususnya di kawasan kabupaten Pidie Jaya. Namanya pun tak susah untuk dilafal, yakni Adee.
Adee merupakan jenis kue bertekstur lembut, legit, dan manisnya berasal dari gula asli. Sepintas kue ini mirip dengan bingkang. Adee bisa menjadi paduan enak saat menyeruput segelas kopi atau teh. Juga bisa menjadi hidangan istimewa untuk menjamu tamu. Atau pun sebagai oleh-oleh untuk teman dan kerabat di luar kota.
12. Kue Timphan
Hidangan kue khas Aceh disaat lebaran atau hari raya baik hari raya Idul fitri maupun Idul Adha, Timphan ini dibuat 1 atau 2 hari sebelum lebaran dan daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminngu,Timphan adalah menu hidangan utama buat tamu yang berkunjung kerumah saat lebaran.
Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah Timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli dipasar
13. Kopi Aceh
Jangan mengaku pecandu kopi jika belum pernah merasakan nikmat dan kedahsyatannya kopi Aceh. Aceh dari dulu memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan cita rasanya yang khas dan aroma yang kuat, seperti kopi Aceh Gayo.
Kopi Aceh pada dasarnya sama dengan kopi-kopi pada umumnya. Namun, karena cara penyajiannya yang agak berbeda, kopi Aceh memiliki perbedaan rasa malah di dalamnya terdapat kandungan antitoksin, menambah stamina tubuh dan dapat mengencangkan kulit.
Kopi aceh sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan kopi senikmat kopi aceh di daerah manapun di Indonesia. Hal menarik saat menikmati kopi di Aceh adalah dengan bersantai dan bercanda dengan teman-teman dan kerabat. Menikmati kopi di Aceh adalah pengalaman yang unik dan langka.

Kuliner Khas Papua Barat

1. Papeda

Papeda Makanan Khas Papua, Papua Barat dan Maluku
Papeda Yang Sudah Dicampur Dengan Kuah dan Ikan (Sumber: indohoy.com)
Papeda adalah makanan khas wilayah timur, termasuk Papua Barat. Makanan ini terbuat bahan dasar berupa sagu. Papeda diolah sehingga menyerupai bubur, berwarna putih dan bertekstur lengkat hingga menyerupai lem. Rasa asli dari papeda adalah hambar. Papua bianya dimakan dengan ikan seperti tongkol atau mubara yang dimasak dengan kunyit sehingga kadang kuahnya berwarna kuning. Cara makan papeda sama seperi makan nasi dan lauk-pauk pada umumnya.

2. Martabak Sagu

martabak sagu makanan khas fakfak
Martabak Sagu (Sumber: http://kabupatenfakfak.blogspot.com/)
Martabak ini  terbuat dari sagu yang dihaluskan kemudian digoreng dan diberi gula merah. Martabak yang berasa dari Kabupaten Fakfak ini berbeda dengan martabak yang biasa kita temui di daerah lain seperti martabak manis atau martabak telor. Hal yang paling membedakan adalah bahan pokoknya, sagu. Rasa makanan khas ini cukup enak dan manis juga tidak kalah dengan martabak jenis martabak yang sudah umum kita makan. Tertarik untuk mencoba?, siapkan budget dan langsung cabut ke Fakfak. Sepertinya martabak sagu jika ditemani oleh makanan khas Bali akan semakin nikmat ya, hehe.

3. Sate Ulat Sagu

Sate Ulat Sagu Papua
Sate Ulat Sagu (Sumber: detik.com)
Salah satu makanan khas Papua Barat lainnya adalah Sate Ulat Sagu. Jenis makanan ini bagi kita mungkin akan membuat mual bahkan muntah. Ulat Sagu ini didapatkan dari batang pohon sagu yang sudah tua. Masyrakat asli papua yang telah terbiasa hidup di alamseringkali mwngkonsumsi ulat sagu diolah terlebih dahulu. Namun sekarang ulat sagu ini sudah diolah dengan cara dibakar hingga hampir mirip dengan sate. Lebih tepatnya sate ulat sagu ini adalah makanan khas Raja Ampat. Teman-teman yang ingin berlibur ke Raja Ampat tertarik dengan makanan khas ini?.

4. Ikan Bakar Manokwari

Ikan Bakar Manokwari
Ikan Bakar Manokwari (sumber: makananindonesianusantara.files.wordpress.com)
Sesuai namanya, makanan khas ini berasal dari wilayah Manokwari, Papua Barat. Manokwari sendiri merupakan Ibukota Provinsi Papua Barat. Jenis ikan yang biasa digunakan untuk dibakar adalah ikan tongkol. Teman-teman yang ke Manokwari sangat direkomendasikan untuk menikmati hidangan pedas ini. Sambal yang digunakan dijamin berbeda dengan sambal yang pernah teman-teman makan selama ini!

5. Ikan Bungkus

Ikan Bungkus Khas Papua
Ikan Bungkus (Sumber: http://www.menuresepmasakan.com/)
Sekilas bentuknya memang mirip dengan ikan pepes dan menggunakan resep yang hampir sama. Yang membedakan adalah bahan dasarnya keduanya. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan ikan bungkus adalah jenis ikan laut. Selain itu pembuatan ikan bungkus memerlukan bumbu yang lebih beragam dan sedikit tambahan daun salam untuk pembungkusan. Jika dimakan dengan nasi, dijamin bikin lahap teman-teman. :)

6. Udang Selingkuh

Udang Selingkuh Khas Wamena Papua barat
Udang Seling Khas Wilayah Baliem, Wamena, Papua Barat (Sumber: http://www.travelmatekamu.com/)
Ini memang unik, udang selingkuh. Udang ini disebut udang selingkuh karena udang ini berbentuk udang namun memiliki tangan atau  capit seperti kepiting. Iya, udangnya dianggap berselingkuh dengan kepiting, hehe. Udang ini sangat populer di wilayah Wamena, Papua Barat. Penyajian udang ini bisa dengan digoreng, dibakar atau direbus. Jika suatu waktu melakukan traveling ke Papua Barat, sempatkan ke Wamena untuk “membantai” udang yang suka selingkuh ini, hehe.
Itulah tadi beberapa makanan khas Papua Barat. Bagaimana? Ada yang sudah pernah kamu cicipi?

Kuliner Khas Maluku Utara

1. Gohu Ikan Khas Maluku


Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Gohu Ikan Khas Maluku ini merupakan makanan khas yang berbahan dasar dari ikan tuna mentah. biasanya orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate. dengan cara pembuatan daging tuna segar dipotong kecil-kecil, dicuci, kemudian dilumuri dengan garam dan perasan lemon cui, selanjutnya dicampur dengan rajangan kasar daun balakama (kemangi). selanjutnya bawang merah dan cabe rawit, lalu ditumis dengan minyak kelapa. Minyak kelapa panas dengan bawang merah dan cabe rawit ini kemudian dituangkan ke potongan ikan tuna mentah, diikuti dengan taburan kacang tanah goreng yang ditumbuk kasar.

2. Gatang Kenari Khas Maluku

Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Gatang Kenari Khas Maluku ini merupakan makanan Khas Maluku Utara yang sangat terkenal, atau yang biasa di sebut ketam kenari, Kepiting kenari sendiri merupakan satwa darat yang pintar memetik dan mengupas buah kelapa, serta menjadikannya makanan kegemaran mereka. Karena itulah kepiting kenari ini mempunyai rasa yang lebih gurih dan manis daripada kepiting biasa.

3. Halua Kenari Khas Maluku

Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Halua Kenari ini merupakan cemilan manis yang yang sangat enak sehingga banyak di sukai.Makanan cemilan ini terkenal dengan rasanya yang manis dengan cita rasanya yang khas.

4. Papeda Khas Maluku

Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Papeda merupakan makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan makanan khas Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Papeda berwarna putih dan maknan ini bertekstur lengket yang mirip lem dengan rasa yang tawar. namun sebenarnya papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi.

5. Nasi Jaha Khas Maluku

Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Nasi Jaha adalah makanan tradisional di Maluku Utara. Biasanya makanan khas Maluku Utara terbuat dari beras biasa dan beras pulo (ketan) dengan santan kelapa dengan berukuran 30-50 cm. Bahkan ada yang mencapai 1 meter, semuanya dilihat dari panjang bulu (bambu) yang dipakai sebagai perlengkapan pembuatan makanan ini

6. Ikan Kuah Pala Banda

Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Makanan ini merupakan makanan asli masyarakat di Kepulauan Banda. Pulau Banda memang dikenal karena rempah-rempahnya. keenakan kuah pala ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Bahkan, juga selalu disajikan untuk menjamu para petinggi Belanda yang datang ke Banda. Kuah sopnya terasa sangat segar, juga rasa asam bercampur dengan pedas dari buah pala. Ikan kuah pala ini biasanya disajikan dengan urap daun papaya, ikan kakap merah bakar, dan sambal bekasang yang dibuat dari ikan cakalang tumbuk.

7. Nasi Lapola Khas Maluku

Makanan Khas Maluku Yang Terkenal
Nasi lapola adalah makanan khas Maluku yang di olah dengan menggunakan kacang tolo. Beras yang dimasak dengan api kecil sampai setengah matang yang kemudian dicampurkan dengan kacang tolo rebus, kelapa parut, dan garam, lalu diaduk rata. Setelah itu adonan nasi lapola ini dikukus hingga matang.

8. Ikan Komu Asar

Makanan ini adalah ikan cakalang yang dimasak dengan cara ditusuk dengan bamboo lalu diasap selama kira-kira satu jam. umumnya ikan asar dibuat dari ikan tongkol atau ikan tuna. Ikan komu asar ini cocok disantap dengan nasi dan sambal colo-colo.

9. Sagu woku komo-komo

Makanan ini menggunakan bahan dasar sagu yang direndam dalam air dingin selama satu jam. kemudian bumbu-bumbu seperti bawang putih, serai, dan jahe ditumis. dan jeroan ikan dan air dimasukkan dan dimasak sampai matang. Seterusnya, bawang merah dan bawang putih ditumis hingga kecoklatan. Masukkan santan kelapa cair dan sagu, masak hingga mengering. Tambahkan santan kental, garam, merica, dan irisan daun bawang. Setelah matang, sagu didinginkan terlebih dahulu. Jeroan ikan dipotong bentuk dadu. Lalu, sagu dan jeroan ikan yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam daun woka. Terakhir, bungkusan daun woka ini lalu dipanggang dengan bara api hingga kering dan matang, makanan ini adala lauk utama di maluku.

10. Sambal Colo Colo

Sambal colo-colo ini merupakan sambal khas yang terkenal sangat pedas rasanya. Sambal ini merupakan sajian wajib bagi masyarakat Maluku. Sambal ini terbuat dari tomat muda, bawang merah, dan cabe rawit yang diiris tipis lalu diberi taburan garam dan disiram jeruk nipis. Tanpa diulek. Sambal colo-colo ini juga dapat ditambahkan dengan daun kemangi, irisan kenari mentah, atau rarobang. biasanya juga di tambahkan kecap manis.

11. Bubur Sagu Ubi

Bubur sagu ubi merupakan makanan khas yang berbahan dasar sagu, pembuatanya yaitu sagu lempengan direndam dalam air hingga mengembang. Setelah itu airnya dibuang dan ditiriskan. Lalu, rebus gula merah, gula pasir dan daun pandan dalam air hingga gula larut. Setelah itu air gula ini dicampurkan dengan sagu yang telah lunak dan ubi merah rebus. Bubur sagu ubi yang diberi santan kental dan taburan kenari siap di sajikan.

12. Kopi Sibu-sibu

Kopi sibu-sibu ini adalah kopi yang berasal dari kopi jenis robusta yang dihaluskan dengan cara tradisional. kopi dengan campuran bubuk cengkeh halus dan ditaburi dengan biji ketapang muda. sehingga kpi ini terasa sangat khas.

Jumat, 22 Januari 2016

Kuliner Khasa Sulawesi Utara

Makanan Khas Sulawesi Utara Makanan Khas Sulawesi Utara

Gambar makanan khas Sulawesi Utara from google image

Makanan Khas Sulawesi Utara

  1. Tinutuan (Bubur Manado). Tinutuan atau dikenal juga dengan sebutan Bubur Manado merupakan makanan khas Sulawesi Utara yang paling terkenal. Di hampir semua tempat anda bisa menemukan kuliner yang satu ini. Bahkan di pusat-pusat keramaian terdapat lokasi yang dikhususkan untuk menjual tinutuan. Pasalnya, tinutuan telah menjadi bagian dari tradisi masak-memasak di daerah nyiur melambai. Apa bila anda sedang mengunjungi berbagai tempat wisata di Manado dan ingin menikmati lezatnya bubur Manado, maka anda dapat berkunjung ke jalan Wakeke yang merupakan pusat penjualan tinutuan.
  2. Klapatart. Kue yang juga sering ditulis Klappertaart ini merupakan makanan khas Sulawesi Utara. Klapatart yang dipengaruhi bahasa Belanda ini merupakan modifikasi dan perpaduan cita rasa barat dan bahan tradisional di Bumi Nyiur Melambai yakni kelapa.  Kuel klapatart ini menjadi suguhan wajib di setiap perayaan-perayaan besar di Sulut. Saat ini Klapatart juga menjadi ole-ole khas dari Manado bahkan tidak jarang wisatawan domestik dan mancanegara menjadikan kue ini sebagai hadiah.
  3. Saut. Saut merupakan sayuran yang berasal dari batang pisang muda (batang paling dalam setelah pelepahnya dikeluarkan) dan diiris kecil-kecil kemudian dibumbui. Saut sering menjadi makanan khas setiap kali pesta pernikanan di gelar di Minahasa.
  4. Nasi jaha. Nasi jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan dasar beras ketan dan santan, yang dibakar setelah sebelumnya diisi kedalam batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan ole-ole wajib selain dodol setiap perayaan pengucapan syukur.
  5. Tinoransak. Tinoransak merupakan makanan tradisional dengan bahan utama berupa daging babi. Cara pembuatannya yaitu daging babi, darah babi dan sayuran pendukung kemudian dimasukkan kedalam bambu kemudian dibakar seperti proses pembuatan nasi jaha.
  6. Kawok (tikus). Kawok atau tikus merupakan makanan yang cukup di gemari masyarakat Sulawesi Utara. Namun tidak semua tikus dapat diolah menjadi masakan yang memanjakan lidah. Tikus yang diolah menjadi masakah adalah tikus yang ditangkap dari hutan apa terlebih yang mempunyai ekor berwarna putih. Sebelum dimasak, tikus terlebih dahulu dibersihkan dengan cara dibakar dan dikeluarkan sebagian isi perutnya kemudian barulah diolah. Oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, makanan khas Sulawesi Utara ini dikategorikan sebagai salah satu kuliner ekstrim
  7. Paniki (kelelawar). Paniki merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara. Sebelum diolah menjadi masakan, biasanya kelelawar terlebih dahulu dibakar untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya, kemudian dimasak dengan bumbu santan. Menyantap paniki merupakan sebuah kenikmatan yang berbeda apa terlebih saat menyantap sayapnya.
  8. RW (daging ajing). RW seolah-olah telah menjadi makanan wajib setiap kali pesta pernikahan dibuat di Sulawesi Utara terlebih di tanah Minahasa. Jenis makanan ini bahan dasarnya adalah anjing yang dimasak dengan cara khas Manado yakni dimasak bersama – sama dengan rica. Hal ini dilakuakan agar supaya ciri khasnya yang pedas akan terasa dan lebih nikmat dan enak untuk disantap.
  9. Mujiar Bakar dan Woku telah menjadi salah satu ikon kuliner di Manado dan Sulawesi Utara umumnya. Tak lengkap rasanya, jika para wisatawan belum mencicipi olahan ikan mujair dengan resep bumbu khusus Manado. Selain Mujair Bakar dan Woku, sebenarnya mujair juga bisa disajikan dalam bentuk gorengan.
  10. Cakalang Fufu dan Woku telah menjadi makanan khas Sulawesi Utara sejak lama. Ikan Cakalang sejatinya, bisa disajikan dalam berbagai bentuk hidangan seperti gorengan, woku dan kuah. Namun di Sulawesi Utara, salah satu ciri khas menu andalan adalah Cakalang Fufu. Cakangan Fufu yang merupakan olahan yang dibumbui, diasap dan dijepit dengan kerangka bambu, ini bisa disajikan juga dalam bentuk woku dan gorengan. Kata fufu sendiri berasal dari bahasa Manado yang artinya asap.
  11. Pangi. Pangi merupakah salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang sering dijumpai saat pesta pernikahan berlangsung. Proses pembuatan pangi yaitu daun pangi diiris halus kemudian dicampur dengan berbagai bumbu daun lemon, bawang merah, dan berbagai bumbu lainnya, dimasukkan kedalam bambu kemudian dibakar
  12. Payangka. Menu Ikan Payangka atau disebut juga Betutu (Marbel Goby) termasuk kategori makanan khas Sulawesi Utara. Pasalnya, Payangka hanya bisa ditemukan di Danau Tondano. Bahkan Ikan Payangka ini pernah diminta oleh Kaisar Jepang untuk diteliti.  Ikan yang hidup di dasar air Danau Tondano ini sangat enak jika digoreng. Keistimewaan lainnya selain gurih, rasanya manis. Selain itu Payangka juga terasa sedap dicicipi saat diolah dengan bumbu Woku. Bumbunya sama dengan Mujair Woku. Untuk menemukan menu ikan payangka anda bisa datang ke Tondano.
  13. Sate kolombi. Sate kolombi merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berasal dari daging kolombi dan memiliki cita rasa yang pedas karena karena memang disesuaikan dengan selera kebanyakan masyarakat yang ada di Sulawesi Utara yang gemar dengan masakan pedas. Untuk menemukan sate kolombi anda bisa mendatangi kawasan boulevard Tondano  yang terkenal akan pusat penjualan sate kolombi.
  14. Mie cakalang. Selain tinutuan (bubur manado), makanan khas Sulawesi Utara yang tak kalah nikmat untuk disantap pagi hari adalah mie cakalang. Saking nikmatnya mie cakalang, salah satu produsen mie instan (indofood) telah membuat mie cakalang dalam daftar makanan mie instan yang mereka produksi.
  15. Rica rodo. Satu lagi makanan khas Sulawesi Utara yang cukup pedas namun tak kalah nikmat yaitu rica rodo yang berbahan dasar terong. Rica rodo dibuat dengan berbagai bahan seperti terong, jagung, kacang panjang, cabe rawit dan berbagai bahan lainnya kemudian dimasak dengan cara ditumis.

Kuliner Khas Sulawesi Tengah

Kaledo


kaledo
Kaki Lembu Donggala atau yang lebih dikenal dengan nama Kaledo ini adalah makanan khas masyarakat Donggala. Terletak di provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di kota Palu. Makanan ini mirip dengan sup buntut, bedanya tulangnya dari kaki lembu dan disajikan bukan dengan nasi melainkan dengan ubi. Tulangnya itu sendiri adalah ruas tulang lutut yang masih penuh dengan sum-sum. Ada juga yang mengatakan, bahwa Kaledo berasal dari Bahasa Kaili, bahasa penduduk Palu. Ka artinya Keras, dan Ledo artinya Tidak, sehingga dapat diartikan "tidak keras". 
Makanan ini sangat banyak disajikan oleh orang-orang yang mengadakan pesta perkawinan maupun acara-acara lainnya. Terutama bagi orang-orang yang bersuku kaili. 
kaledo ini  salah satu sajian dari Palu yang terbuat dari tulang sapi yang ada sumsum tulangnya dan daging tetelan. Hidangan berkuah dengan cita rasa asam pedas ini terasa lebih nikmat dengan larutan air dari buah asam .  adapun resep dan cara membuat kaledo ini sebagai berikut :
Bahan :


  • Daging dan tulang kaki sapi – 1 Kg.

    • Cabe Rawit hijau 10-20 buah (tergantung selera pedas).
    • Asam jawa yang mentah – 5-7 ruas.
    • satu batang serai.
    • satu ruas jahe.
    • Garam secukupnya.
    • Penyedap rasa.
    • Jeruk nipis.

    Cara Membuat Resep Cara Membuat Kaledo (Palu) :
    1. Daging dan tulang sapi dibersihkan dengan cara dicuci hingga bersih.
    2. Jerang air secukupnya dalam panci hingga mendidih
    3. Masukkan daging dan tulang sapi ke dalam panic tersebut, masak hingga daging tersebut setengah matang dan empuk
    4. Buang air rebusan daging tersebut dengan cara ditiriskan, kemudian jerang lagi air, setelah itu daging yang telah matang tadi dimasukkan, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi lemak daging pada kuah masakan.
    5. Setelah air tersebut mendidih, masukkanlah cabe rawit hijau , asam jawa, penyedap rasa dan garam secukupnya.
    6. Tutup dan rebuslah kembali hingga daging dan tulang kaki sapi benar-benar matang
    7. Sajikan dalam keadaan masih panas.
    Tambahan :
    • Untuk menambah harum aroma kaledo perlu ditambahkan bawang goreng asli palu dan jeruk nipis.
    • Kaledo juga akan terasa lebih nikmat apabila disajikan bersama-sama dengan singkong rebus. Demikianlah penjelasan dari kami mengenai makanan khas sulawesi tengah yaitu kaledo... sekian terrima kasih jika ada kesalahan mohon dimaaafkan......